Melalui Komunitas Batik Tunjukkan Karya Seni Siswa-Siswa SMA Negeri 1 Boyolangu
B |
erawal dari beberapa mahasiswa jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang memiliki ide untuk mengembangkan budaya batik di kota tempat tinggalnya, yaitu Tulungagung, mereka bersama-sama mengadakan kegiatan pelatihan membatik di SMAN 1 Boyolangu Tulungagung yang saat ini berkategorikan rintisan sekolah bertaraf internasional.
Ide ini muncul karena globalisasi budaya yang berkembang begitu pesat, sehingga menimbulkan isu budaya yang tidak hanya menjadi masalah di Indonesia namun juga membawa kekhawatiran di dunia. “Anak muda harus menjadi bagian untuk mencari solusi berbagai masalah, karenanya ide ini ditanamkan pada siswa-siswa SMA yang peduli akan perubahan dan nantinya akan memberikan dampak positif dalam perubahan yang terjadi di Indonesia.” Ungkap Nanang H. Wijaya selaku ketua panitia kegiatan pelatihan membatik tulis ini.
Kenapa Batik?
Salah satu budaya yang paling mencerminkan Indonesia adalah batik, setiap daerah memiliki corak dan motif yang beragam sehingga anak muda perlu lebih mendalam mengenal budayanya sendiri agar hal ini tetap turun temurun kepada generasi selanjutnya. Maka dari itu perlu diberikan suatu pelatihan yang nantinya diharapkan bisa berujung menjadi suatu komunitas di SMAN 1 Boyolangu, dan harapan kedepannya jejak ini bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain di Tulungagung.